RESUME PKKMB DAY+2





Pemateri : pak Ainun najib

Judul : Perguruan Tinggi Di Era Digital dan Revolusi Industri 

Hasil resume : 

Yo

Analogi ditemukan AI seperti munculnya listrik dalam kehidupan manusia, itu adalah revolusi yang sedang kita alami, bagaimana kita bisa menggunakan dengan baik tanpa terjerumus ke hal buruk?


Dalam jangka panjang AI akan semakin canggih bahkan bisa mengganti pekerjaan manusia, ada 2 hal yang secanggih-canggih nya AI tidak akan bisa menandingi manusia yaitu kreativitas, karena basis AI adalah mengakses data, dia hanya bisa merangkum di data yang dia punya, tidak bisa menciptakan sesuatu yang baru, yang kedua adalah rasa kemanusiaan, rasa kemanusiaan tidak akan bisa dilakukan AI, dia meniru kata-kata yang pernah dia lihat tetapi dia tidak paham rasa kemanusiaan, AI bisa meniru perkataan / ucapan tapi tidak benar-benar memahami perasaan itu, kita harus bisa menguasai 2 bidang yang tidak bisa dilakukan AI karena jika tidak itu juga akan bisa diambil AI.


Mengapa kampus NU harus memimpin?

• kemaslahatan: teknologi untuk martabak manusia 

• pengarah arus : mengenal etika, akses dan dampak sosial 

• kompas NU: teknologi menguatkan akhlak, pelayanan dan keadilan.


"kita bukan sekedar pengguna teknologi, tapi pengaruh arus"

"dulu hafalan, sekarang memformulasikan masalah, bereksperimen cepat, berkolaborasi manusia dengan AI.






pemateri :KH Ma'ruf Khozin - PWNU Jatim 

Judul :Mencetak Mahasiswa Unusa sebagai generasi

Aswaja An-Nahdliyah

Hasil resume :



1.⁠ ⁠Landasan Ideologis: Apa Itu Aswaja An-Nahdliyah?


 Aswaja (Ahlusunnah wal Jama'ah): Merupakan paham keislaman yang mengikuti jejak generasi terbaik (salafus shalih) dalam beragama, berpegang pada Al-Qur'an, Hadis, Ijma Ulama, dan Qiyas.

 An-Nahdliyah: Merujuk pada corak ke-NU-an yang menekankan keseimbangan (tawazun), moderasi (tawassuth), toleransi (tasamuh), dan kemaslahatan (ishlah).

 Ciri Khas:

 Berada di tengah (bukan ekstrem kanan maupun kiri).

 Menghormati keberagaman mazhab (terutama Syafi'iyyah dalam fiqih, Asy'ariyyah/Maturidiyyah dalam akidah, dan Al-Ghazali dalam tasawuf).

 Mengutamakan dampak sosial dari pemahaman agama (fiqih sosial).

 2. Peran Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah


a. Penjaga Tradisi Keilmuan


 Mahasiswa UNUSA dididik untuk memahami dan mengamalkan khasanah keilmuan klasik NU (kitab kuning) dengan pendekatan kontekstual.

 Contoh: Studi kitab seperti Ta'limul Muta'allim, Fathul Qorib, atau Uqudulujain yang menjadi rujukan etika dan ibadah dalam tradisi NU.

 b. Agen Moderasi Beragama


 Sebagai kader NU, mahasiswa UNUSA diarahkan untuk menjadi pelopor toleransi dan perdamaian:

 Menolak radikalisme dan ekstremisme.

 Membangun dialog antaragama dan budaya.

 Menyebarluaskan Islam yang rahmatan lil 'alamin (kasih sayang untuk semesta).

 c. Pejuang Kemaslahatan Sosial


 Aswaja An-Nahdliyah mengutamakan amar ma'ruf nahi munkar melalui pendekatan yang bijak:

 Terlibat dalam pemberdayaan masyarakat (ekonomi, pendidikan, kesehatan).

 Mengadvokasi isu-isu kemanusiaan (lingkungan, kesetaraan gender, anti-korupsi).

 Contoh: Kegiatan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Islam di UNUSA yang fokus pada sosial kemasyarakatan.

 d. Inovator dalam Tradisi


 Mahasiswa UNUSA didorong untuk mengadaptasi nilai-nilai Aswaja dalam konteks modern:

 Mengembangkan teknologi dan startup berbasis nilai Islam.

 Menyelesaikan masalah kontemporer (seperti hoaks, radikalisme online) dengan perspektif Aswaja.

 Mempopulerkan budaya lokal (seperti gamelan, wayang) sebagai bagian dari dakwah kebudayaan NU.

 3. Implementasi di Kampus UNUSA


 Kurikulum: Mata kuliah wajib seperti Pendidikan Agama Islam, Ke-NU-an, dan Aswaja An-Nahdliyah yang mengajarkan landasan teologis dan praktis.

 Kegiatan Kemahasiswaan:

 Majelis Taklim: Kajian kitab klasik dan kontemporer.

 Lembaga Semi Otonom (LSO): Seperti PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) atau IPNU/IPPNU yang mengkader aktivis Aswaja.

 Festival Budaya NU: Mengangkat tradisi seperti shalawatan, hadrah, dan dzikir.

 Kolaborasi dengan NU: Mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan PBNU atau PWNU Jawa Timur, seperti Muktamar, Harlah NU, atau program sosial.

 4. Tantangan bagi Generasi Aswaja An-Nahdliyah


 Globalisasi dan Radikalisme: Menjaga identitas Aswaja di tengah arus pemikiran transnasional yang ekstrem.

 Disrupsi Digital: Menyebarkan narasi Aswaja yang moderat di ruang maya yang rentan hoaks.

 Relevansi Pemuda: Membuktikan bahwa Aswaja An-Nahdliyah adalah solusi bagi masalah modern, bukan sekadar warisan masa lalu.

 5. Kesimpulan: Mahasiswa UNUSA sebagai "Generasi Harapan"


Mahasiswa UNUSA bukan sekadar penuntut ilmu, melainkan kader peradaban yang dituntut untuk:


 Menginternalisasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam kehidupan pribadi.

 Mengimplementasikan prinsip moderat, toleran, dan maslahah dalam bermasyarakat.

 Mengembangkan tradisi intelektual NU untuk menjawab tantangan zaman.

 Dengan demikian, mereka menjadi jembatan antara warisan ulama Nusantara dan masa depan Indonesia yang berkeadilan, beradab, dan berkepribadian Islam. Seperti dikatakan KH. Hasyim Asy'ari: "NU itu tugasnya nguri-uri (melestarikan) yang shalih dan ngembangke (mengembangkan) yang aswaja." Mahasiswa UNusa adalah garda terdepan dalam misi ini.







Pemateri :Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Sc., CA

Judul:Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi

Hasil resume :


Korupsi adalah menggunakan fasilitas, kewenangan, keuangan rakyat untuk kepentingan pribadi.


"Akibat korupsi bukan saja uang, tapi SDM dan harapan bangsa juga hancur"


UNCC/UU no.7 tahun 2006

• merusak proses demokrasi 

• meruntuhkan hukum

• menurunkan kualitas hidup

• menyebabkan kejahatan lain berkembang

• melanggar hak asasi manusia 

• merusak pasar, harga, dan persaingan usaha yang sehat




Kenali korupsi agar dapat dihindari

1. melawan hukum, kerugian negara

2. suap menyuap 

3. penggelapan dalam jabatan 

4. pemerasan

5. perbuatan curang

6. gratifikasi 

7. tindak pidana lain yang disembunyikan.



Karakter patriotis bangsa

• kecintaan pada tanah air dan rakyat

• kerelaan pengorbanan tenaga, harta dan jiwa

• kesatuan dalam keragaman berbangsa 

• saling menghargai dan solidaritas 

• kesederhanaan.




Fakta-fakta kondisi karakter bangsa 

• tidak ada budaya mengantre 

• tidak ada disiplin lalu lintas

• tidak ada ketertiban di jalan ray



Korupsi versi mahasiswa:

1. terlambat 

2. titip absen

3. plagiat 

4. mencontek 

5. gratifikasi ke dosen


hingga tahun 2015, pelaku korupsi 86% adalah lulusan perguruan negeri.


"cinta dunia adalah pangkal semua keburukan"











Jangan lupa lihat blog punya teman saya :



https://laili250607.blogspot.com/2025/09/resume-materi-day-2-pkkmb-unusa-2025.html













Dan jangan lupa ikuti sosial media kita :




- Facebook




: https://www.facebook.com/unusaofficialfb




- Instagram




: https://www.instagram.com/unusa_official/




- Youtube




: https://www.youtube.com/@unusa_official




- Twitter ( X )




: https://x.com/unusa_official?lang=en




- Tiktok




: https://www.tiktok.com/@unusa_official
















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gelar Yudisium, FEBTD Unusa Lepas 145 Lulusan Siap Hadapi Dunia Kerja

RESUME H+1 PKKMB UNUSA

Opini kritis tentang UNUSA